Selasa, 04 Juni 2013

TERIMA HIBAH F-16 MENYALAHI RENCANA STRATEGIS

                                                                  F-16 Blok 52

Pernyataan juru bicara TNI Angkatan Udara, Kolonel Bambang Supriadi, yang memperingatkan pemerintah agar berhati-hati menerima tawaran hibah dari negara lain harus direspons serius. Senada Bambang Supriadi, DPR juga mencurigai ada motif tertentu di balik tawaran hibah alutsista dari negara lain.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin, Selasa, 4 Juni 2013, mengatakan, sejak awal pihaknya sudah mengkritisi keputusan pemerintah yang menerima hibah pesawat tempur F-16 bekas dari Amerika Serikat. Pasalnya, 24 unit F-16 yang dihibahkan itu sebelumnya teronggok di gurun Arizona. Pemerintah pun harus membayar lebih dari US$700 juta untuk membawa dan memperbaikinya.

Sesuai rencana strategis (Renstra) yang disepakati Komisi I, TNI AU seharusnya membeli 6 unit pesawat tempur F-16 Blok 52 keluaran terkini seharga US$600 juta. Namun, entah kenapa pemerintah tiba-tiba berbelok arah dan mengeluarkan dana lebih besar demi menerima pesawat yang sudah afkir. Akibatnya, jumlah pesawat tempur memang bertambah tapi tidak memberikan tambahan daya tangkal yang baik untuk udara Indonesia.

Menurut Hasanuddin, pemerintahan SBY kini mengulang kesalahan rezim Orde Baru pada 1991 yang kala itu menerima puluhan kapal bekas dari Jerman Timur untuk TNI Angkatan Laut. Saat itu pemerintah juga mengeluarkan anggaran besar, bahkan kini menanggung beban pemeliharaan karena kapalnya sudah kurang layak pakai.

"Ke depan pemerintah dan DPR harus duduk bersama untuk membuat definisi yang benar tentang hibah. Supaya hibah itu benar-benar murni tanpa motif politik negara lain yang sifatnya mengikat, apalagi hanya menguntungkan calo," ujarnya.

Bandara Sydney Diperluas


SYDNEY,— Tak lama lagi jalan-jalan di sekitar bandara Sydney akan diubah. Bandara untuk penerbangan domestik juga akan digabung dengan penerbangan internasional. Rencana perubahan tersebut akan diumumkan hari ini, Rabu (5/6/2013).
Harian The Daily Telegraph melaporkan bahwa jalan lima lajur yang baru di bandara untuk layanan penerbangan domestik akan memperlancar mobil yang keluar dari bandara. Rencananya, bandara Sydney juga akan diperluas dan diperbesar kapasitasnya.
Pada 2033, ditargetkan bandara baru akan dapat menampung 74 juta penumpang per tahun, dua kali lipat dari kapasitas hari ini. Perkiraan daya tampung bandara baru itu sedikit berkurang dari rencana semula yang mematok kapasitas penumpang 79 juta per tahun pada 2029. Dikutip dari Sydney Morning Herald, sepanjang tahun lalu, bandara Sydney melayani 37 juta penumpang.
Rencana perluasan ini akan menafikan kebutuhan kehadiran bandara kedua di ibu kota negara bagian New South Wales tersebut. "Walau kami mendukung lokasi baru untuk bandara yang diusulkan pemerintah, rencana ini menunjukkan bawah kami akan bisa melayani kebutuhan penumpang (hingga) jauh setelah tahun 2033," tutur CEO Bandara Sydney, Kerrie Mather.  

Sumber

Mandiri dengan R-Han 122, Rudal Masa depan RI


Memiliki wilayah luas dengan belasan ribu pulau yang terpencar, Indonesia mengembangkan sistem pertahanan yang strategis untuk mengamankannya. Salah satu sarananya adalah roket. Kemandirian di bidang peroketan mulai dibangun dengan merintis pembuatan roket pertahanan R-Han 122. 
Rancang bangun dan rekayasa roket pertahanan merupakan upaya Indonesia membangun kemandirian dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan. Rintisan dimulai lewat prototipe roket pertahanan sistem balistik berdiameter 122 milimeter disebut R-Han 122.
Roket pertahanan ini merupakan derivasi roket eksperimen rancangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), D230 tipe Rx 1210. 
Roket eksperimen (Rx) dikembangkan untuk misi nonmiliter, seperti pemantauan cuaca, pemantauan pelayaran, pertanian, bencana, dan observasi untuk perencanaan tata ruang. Roket dimuati radio, kamera, dan sensor. Adapun roket untuk pertahanan (R-Han) dipasang bahan peledak, demikian paparan Hari Purwanto, Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bidang Hankam. 
Sebagai sarana yang dapat digunakan untuk tujuan militer, penguasaan teknologi peroketan tak mudah. Penyebarannya dipagari dengan beberapa aturan, antara lain, missile technology control regime dan center for information on security trade control.
Saat ini teknologi hankam tersebut hanya dimiliki negara tertentu. Di Asia negara yang tergolong maju dalam teknologi ini antara lain China, India, Korea Selatan, dan Korea Utara. 
Kemampuan rekayasa dan rancang bangun peroketan sampai batas tertentu dimiliki oleh BPPT, Balitbang Kemhan, dan PT LEN Industri. Dengan kemampuan masing-masing lembaga, kata Gunawan Wibisono, Asisten Deputi Menristek Bidang Produktivitas Riset Iptek Strategis, terbentuk Konsorsium Roket Nasional tahun 2007. 
Konsorsium terdiri dari Kementerian Ristek, Kementerian Pertahanan, TNI AL, lembaga riset (BPPT dan Lapan), perguruan tinggi (ITB, ITS, UI, UGM, dan Undip), serta industri strategis PT DI, Krakatau Steel, LEN Industri, Pindad, dan Perum Dahana. Konsorsium inti terdiri atas beberapa plasma yang menangani riset material, mekatronika, dan sistem kontrol atau kendali. 
Kementerian Ristek menyediakan dana insentif untuk pembuatan prototipe roket. PT DI melaksanakan pengembangan struktur dan desain roket. PT Krakatau Steel menyediakan material untuk tabung dan struktur roket. Bahan bakar roket, yakni propelan, disediakan PT Dahana. 

Bagian PT DI adalah membangun sarana peluncur roket dan sistem penembaknya dengan laras sebanyak 16. Kendaraan yang digunakan sebagai anjungan untuk peluncuran adalah jip GAZ buatan Rusia, Nissan Jepang, dan Perkasa buatan Tata, India.
Meski bentuk roket sederhana, tabung bermoncong lancip, pembuatannya tidak sederhana. Di dalamnya termuat berbagai komponen berteknologi mutakhir, seperti material maju, mekatronika, dan propulsi.

Dibandingkan roket generasi lama, R-Han 122 mengalami beberapa pengembangan desain dan material. Pada roket eksperimen menggunakan baja. Pada R-Han digunakan aluminium dan karbon yang dua kali lebih ringan. Bahan itu lebih tahan panas. Untuk menjaga kestabilan dan daya jangkau yang tinggi, material yang digunakan harus tahan terhadap suhu 3.000 derajat celsius, kata Ketua Program Penggabungan Roket Nasional Sutrisno.

Pengembangan lain pada konstruksi roket, pada versi terdahulu, roket menggunakan sirip tetap. Untuk meluncurkan, roket harus ditumpangkan pada peluncur dilengkapi rel. Pada roket generasi baru dipasang sirip lipat yang dilengkapi pegas yang akan menegakkan sirip secara otomatis setelah keluar dari tabung peluncur.

Pada roket terdahulu, tabung propelan diisi langsung dan terikat permanen di tabung roket. Kini tabung propelan dibuat terpisah dan diberi lapisan isolasi termal. Saat ini bahan propelan masih diimpor. Untuk membangun kemandirian, pabrik propelan akan dibangun PT Dahana.

Untuk wahana peluncur, dilakukan modifikasi kendaraan jip berbobot 2,5 ton dan truk berkapasitas 5 ton. Dirancang pula bangun unit peluncur yang memuat 16 roket dan mampu meluncurkan secara otomatis sejumlah roket tersebut dengan hanya menekan satu tombol.

Pada tahap peluncuran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berperan mengoperasikan sistem radar untuk memantau posisi jatuh roket. ITB memasang sistem kamera nirkabel untuk merekam gambar saat roket meluncur sampai di lokasi sasaran.

Dalam penggunaannya, R-Han 122 pada tahap awal akan menjadi senjata dengan sasaran target di darat yang berjarak tembak 15 km. Roket ini akan digunakan TNI AL untuk pengamanan pantai.

Menurut Sonny S Ibrahim, Asisten Direktur Utama PTDI, tahun ini tahap pengembangan teknis selesai. Persiapan industrialisasi saat ini sudah 80 persen.


Sabtu, 01 Juni 2013

Blueprint Marder - Tank Medinum Nasional Mendekati Kenyataan

Keinginan Indonesia untuk membuat tank medium nasional semakin mendekati kenyataan, berkat pembelian 100 MBT leopard 2 dan 50 IFV Marder 1A3 ternyata pemerintah Jerman juga menyetujui Transfer of Technology (ToT) pembuatan tank kelas medium dan memberikan blueprint Tank IFV Marder kepada Indonesia.  


PT Pindad dengan asistensi Rheinmetall Jerman akan membuat line produksi dari tahap awal hingga jadi, dimana pasokan bahan baku logamnya akan disuplai oleh PT Krakatau Steel yang diharapkan mampu membuat spesifikasi logam dengan tingkat kekerasan mampu memenuhi armor harness Marder buatan  PT Pindad nantinya.

Untuk urusan persenjataan kemungkinan besar akan mengunakan Turret Hitfact 105- 120 mm Oto Melara. Dengan bobot yang lebih ringan dan rendahnya recoil force, turet ini menghasilkan tenaga tembakan yang besar untuk menghancurkan main battle tank secara akurat. Turret Hitfact 105 – 120 mm memiliki sejumlah keunggulan karena meriam maupun senjata mesinnya telah terintegrasi.

Kelebihan lain jika tank mengunakan turret Hitfact adalah dapat melacak dan mendeteksi lawan secara independen, terlepas dari pergerakan turet.  Dia juga dapat mengontrol pergerakan turret maupun senjata dan mampu melacak sasaran dengan remote control, yang dipandu Kamera TV infra merah.

Selain dilengkapi senjata mesin otomatis 7,62 mm, turret ini bisa dilengkapi senjata mesin pertahanan udara 12,7 mm. Turet Oto Melara fully-stabilized 105-mm high-velocity rifled gun buatan Italia ini memiliki efektif jarak tembak 3 km dengan amunisi sesuai dengan standar NATO 105 mm.

Tank rekayasa Rheinmetall ini diklaim mampu bertarung dengan main battle tank lainnya. Rheinmetall melihat Marder memiliki sejumlah kelebihan, sehingga mereka kembangkan menjadi tipe IFV Upgrade dan Tank Marder 105-120 mm.
                                                    Marder Mengusung Anti Udara Roland

Banyak komponen yang bisa diupgrade ke IFV/ Tank Marder untuk meningkatkan performanya, seperti mengganti track-nya dengan TR30, atau mengganti fuel tank, hydraulic, air pressure tank dan seat structures, dengan alumunium SAG.

Untuk urusan anti-udara Merder juga bisa dilengkapi dengan Roland short range air defence missile system yang pensiun dari militer Jerman tahun 2005,  digantikan LFK NG missile system, buatan MBDA dan Diehl. Perancis menggunakan Roland 3 untuk MBT AMX 30 mereka. Namun senjata anti-udara Roland terus dikembangkan Perancis.

Versi terbaru Roland Carol merupakan sistem senjata efektif untuk menghadapi ancaman udara dari extremely low hingga medium altitude.  Roland Carol merupakan standalone weapon system yang bisa dipasang di Marder. Senjata ini diproduksi tahun 1995 dan digunakan oleh Perancis dan Jerman.

Dengan demikian, Marder nantinya bisa difungsikan sebagai Infantry Fighting Vehicle (20 mm Rheinmetall MK 20 Rh202 fully remote machine gun) dengan ATGM Milan, Medium MBT  Canon 105-120mm Hitfact, maupun Lapis baja anti serangan udara jarak pendek dengan mengusung Roland Carol buatan EADS.

Jerman mendisain IFV Marder untuk pasukan Infanteri Mekanis mereka dengan konsep dasar harus bisa bertempur baik dari alam maupun luar kendaraan tempur dan kendaraan tersebut harus bisa memberikan perlindungan dari serangan nuklir, biologi dan kimia.

Perusahaan Saab Swedia juga telah membuat  BT46 two-way simulator, yang bisa digunakan untuk berlatih perang menggunakan: Leopard, Marder, Luchs, Wiesel, Fennek dan Boxer. Jerman juga memesan simulator ini, karena Saab BT46 gun training simulator dapat mensimulasikan dengan secara recara akurat balistik dan kecepatan terbang amunisi yang secara simultan memberikan feedback kepada petembak dan target.

Teknologi IFV Marder dilepas oleh Jerman karena Marder akan dipensiunkan oleh AD Jerman, untuk diganti dengan IFV PUMA.
               
                                                                 IFV Puma Jerman
IFV Puma Jerman
Indonesia sebenarnya ingin juga membeli IFV Puma dari Jerman. Namun untuk barang  produksi tahun 2010 itu, Ibu Angela Merkel belum bersedia menjualnya.

Dengan adanya transfer teknologi IFV Marder ke PT PIndad, diharapkan teknologi lapis baja Indonesia terus berkembang dan tank medium Pindad segera menjadi kenyataan.(JKGR)

INDONESIA-TURKI KERJASAMA PEMBUATAN TANK MEDIUM


                            (Ilustrasi) Tank tempur utama Altay buatan Turki (Foto : shephardmedia.com)

Saat pameran pertahanan International Defence Industry Fair (IDEF) 2013 ke-11 di Istanbul, Turki, lalu, Indonesia dan Turki sepakat untuk bersama-sama mengembangkan dan memproduksi tank medium. Berdasarkan kesepakatan itu, BUMN pembuat senjata Indonesia PT. PINDAD akan bekerjasama dengan FNSS Defence Systems Turki yang merupakan pabrikan kendaraan lapis baja Turki.

Penandatanganan kerja sama pembuatan tank medium itu merupakan langkah maju bagi kedua negara. Dan diharapkan nantinya Indonesia bisa menyerap teknologi tank milik Turki dan akhirnya Indonesia mampu membuat tank sendiri sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat kemandirian produksi alutsista.

"Keduanya melakukan kerjasama untuk membuat tank. Waktu kerjasama diperkirakan tiga sampai lima tahun. Tahun ini diusahakan grand design tank tersebut selesai, tahun depan baru bisa dibuat prototipe-nya," ujar Silmy Karim, Asisten Komite Kebijakan Industri Pertahanan Kementerian Pertahanan.

FNSS selama ini memang sudah menguasai teknologi tracked propulsion system (kendaraan beroda trek seperti pada tank) sementara Indonesia baru menguasai teknologi wheeled propulsion systems (seperti pada Anoa). Sebut saja berbagai kendaraan tempur, lapis baja, angkut personel dan berbagai sistem senjata lainnya sudah dibuat oleh FNSS. Indonesia diharapkan bisa mempelajari teknologi tracked propulsion system serta teknologi lain dengan kerjasama ini.

"Indonesia telah memilih Turki dan FNSS karena pengalaman dan teknologi maju kami di bidang ini sudah diakui secara internasional, ujar seorang pejabat FNSS. Dia juga mengatakan proyek co-produksi akan sampai ke bentuk jadi dalam empat tahun ke depan. "Kami sekarang sedang mengajukan proposal secara resmi untuk bersama-sama merancang, mengembangkan dan memproduksi tank medium," katanya.


                                              Kendaraan tempur ACV-S buatan FNSS Turki

Selain kerjasama pembuatan tank medium, Indonesia juga bekerjasama untuk membuat alat komunikasi dengan Turki. Dalam hal ini Indonesia diwakili oleh PT LEN dan Turki diwakili oleh ASELSAN, perusahaan yang sudah memiliki pengalaman memproduksi peralatan pertahanan dan keamanan.

Pada IDEF 2013 tersebut, Indonesia juga mengikutsertakan delapan industri pertahanan terbaik milik BUMN dan swasta. Tidak hanya dengan Turki, Indonesia juga mengupayakan kerjasama pertahanan dengan negara-negara lain. Termasuk juga dalam hal penjualan industri pertahanan produksi dalam negeri.

Turki saat ini juga berhasil membuat tank tempur utama (MBT) dengan nama Altay. Tank berbobot 65 ton ini dipersenjatai meriam kaliber 120 mm dan senapan mesin 12,67 mm. Tank ini mampu mencapai kecepatan 70 km/jam di jalan mulus. Baru-baru ini dikabarkan, Arab Saudi berminat untuk mengakuisisi tank Altay.

Pada 21 Mei lalu, Turki juga mengumumkan telah meluncurkan kendaraan lapis baja intai baru (sistem tracked) "Kaplan" yang berarti dalam bahasa turki berarti Harimau.

Sumber

Cara memperbaiki memory card yang rusak atau tidak kebaca


Bila sobat mendapatkan masalah seperti tadi  yaitu kerusakan karena sistemnya sehingga membuat memory kita hang atau tidak bisa dibuka isinya maka langkah yang dapat sobat lakukan yakni dengan memformat nya. Adapun untuk  memformat memory card berikut detailnya :

Silahkan lepas  memory card sobat dari ponsel dengan mengikuti langkah atau aturan yang ada. Biasanya terdapat menu cabut atau kalau tidak bisa mematikan hp sobat sebelum anda melepaskannya dari hp.
Kemudian masukkan memori card sobat pada card reader dan colokkan pada komputer/notebook.
Selanjutnya cari drive dari kartu memori anda, silakan lihat di windows explorer komputer.
Dan pastikan memory card sobat sudah terdeteksi, selanjutnya silakan klik kanan dan klik “format”. Jika muncul pilihan format silakan pilih format file dengan type “FAT” dan tunggu hingga proses format complted.
Jika sudah berhasil di format sobat bisa mencobanya mengisi beberapa data “music” dari komputer kemudian masukkan dan tes di HP sobat. jika berhasil maka memory card sobat sudah normal kembali.
Namun apabila gagal dengan menggunakan cara diatas “muncul pesan error” maka bisa menggunakan cara lain seperti berikut ini :

Pertama silahkan masukkan memory card sobat di card reader komputer, kemudian klik Start -> Run -> ketik “cmd”  tanpa ” ”  dan enter (OK) seperti gambar dibawah ini

Tunggu beberapa saat hingga  muncul mode DOS prompt ketik FORMAT f: / FS:FAT (f=merupakan letak drive memory card, jika memory cardnya terletak di drive G maka sobat ganti dengan G) dan tunggu beberapa hingga proses selesai.

Jika munggunakan cara di atas masih tidak berhasil maka sobat bisa menggantinya dengan yang baru, dengan kata laen beli memory card baru 

KEMENHAN TUNGGU SELESAINYA KRI KLEWANG KEDUA


Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Laut saat ini sedang menunggu selesainya produksi kapal cepat rudal pengganti KRI Klewang yang terbakar pada September lalu. Dikabarkan, PT Lundin Industry Invest yang merupakan produsen pembuat KRI Klewang saat ini sedang membangun KRI Klewang kedua yang merupakan kapal yang berkemampuan anti-radar.

Pada tanggal 28 September 2012, sekitar pukul 15.15, calon kapal baru TNI Angkatan Laut KRI Klewang 625 ludes terbakar. Padahal, seyogyanya, pada hari tersebut, kapal seharga Rp 114 miliar ini akan memulai uji coba perdana laut atau sea trial dari Dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur.

KRI Klewang adalah adalah kapal canggih dengan tiga lunas (trimaran) yang diklaim dibuat dengan teknologi anti-radar atau biasa disebut siluman. KRI Klewang diluncurkan pada 30 Agustus 2012 lalu. Soal karakteristiknya, KRI Klewang ini memiliki panjang 63 meter, kecepatan maksimal 35 knot, bobot 53,1 GT, serta mesin utama 4x marine engines MAN nominal 1.800 PK.

Mengenai terbakarnya KRI Klewang, menurut Kemenhan, kapal tersebut belum diserahkan kepada TNI, jadi masih tanggung jawab PT Lundin. Selain itu Kementerian dan TNI AL masih menunggu hasil investigasi soal penyebab terbakarnya kapal. Ada spekulasi kebakaran dipicu terjadi kesalahan rancang bangun. Meski begitu, ada informasi kalau KRI Klewang terbakar karena hubungan arus pendek.

Meski begitu, Kemenhan berharap semua pihak sabar menunggu kepastian dari hasil investigasi karena kepastian soal penyebab terbakarnya KRI Klewang penting agar kualitas produk dan nama baik PT Lundin juga industri pertahanan Indonesia tetap terjaga.

Untuk saat ini, Kemenhan meminta agar masyarakat tidak langsung memandang sebelah mata produk industri pertahanan dalam negeri, khususnya PT Lundin. Jika hasil investigasi sudah keluar dan kapal buatan Lundin terbukti berkualitas, Kementerian Pertahanan akan mendorong produsen kapal perang anti-radar lokal itu ke ranah internasional. Salah satunya dengan memamerkan kapal itu ke negara-negara tetangga dan sahabat.