Tampilkan postingan dengan label Army. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Army. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juni 2013

Indonesian Air Force One

Boeing Business Jet 2 

Presiden SBY akan mendapatkan kado istimewa di bulan Agustus 2013, berupa Indonesia Air Force One BBJ2 yang siap mengantar Presiden untuk kunjungan ke dalam maupun luar negeri. Keberadaan pesawat kepresidenan ini diharapkan membantu kinerja presiden, khususnya ketika melakukan lawatan ke tempat yang jauh. Terbang ke luar negeri selama belasan jam, bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Apalagi ketika masuk jam tidur, tidak bisa merebahkan secara sempurna.

Pesawat kepresidenan nanti, dilengkapi dengan kamar tidur utama, kamar mandi dengan shower, ruang konferensi/ruang makan, dan kamar tamu. Badan pesawat terdiri dari dua lantai dan memiliki tempat duduk hingga 70 penumpang dengan konfigurasi mewah. Presiden akan merasa berada di rumah atau di ruang kerja, membuat energinya tidak habis terserap dengan kepenatan penerbangan yang panjang. Boeing 737-8U3(BBJ2) juga akan dilengkapi dengan alat komunikasi yang canggih serta sistem keamanan modern.

“Ya, Indonesia telah melakukan order khusus untuk Boeing Business Jet,” ujar Media Relations Boeing Commercial Airplanes AS, Doug Alder kepada wartawan, Selasa (4/6/2013).

Dari hitung-hitungan biaya, Pesawat kepresidenan ini bisa digunakan selama 35 tahun, sehingga Presiden berikutnya masih bisa menggunakan pesawat Boeing 737-8U3, setelah masa jabatan Presiden SBY habis tahun 2014. Kementerian Sekretariat Negara telah melakukan kalkulasi pada tahun 2009, bahwa pembelian pesawat kepresidenan akan lebih efektif untuk jangka panjang dibandingkan menyewa pesawat.

Pesawat Boeing 737-8U3(BBJ2) Indonesian Air Force dibeli Indonesia seharga US$ 91,2 juta atau sekitar Rp 820 miliar, dengan rincian: US$ 58,6 juta untuk badan pesawat, US$27 juta untuk interior kabin, US$ 4,5 juta untuk sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.

Pesawat ini dibeli dengan cara dicicil tiga kali sejak tahun 2010. Beberapa fitur tambahan dari Boeing Business Jet 2 antara lain: Enam tangki bahan bakar di badan pesawat agar bisa terbang nonstop selama 10-12 jam, sistem keamanan serta interior cabin.


Interior BBJ2

Kamar Tidur  BBJ2

Kamar Mandi Shower

Dapur BBJ2 

Boeing Business Jet 2

Kriteria dan spesifikasi pesawat kepresidenan adalah: mampu terbang selama 10-12 jam, mampu mendarat di bandara kecil, memiliki kapasitas sesuai rombongan presiden ( 70 orang), memiliki peralatan navigasi, komunikasi, cabin insulation dan inflight entertainment khusus.

Boeing BBJ2 memiliki panjang sekitar 39,5 meter, panjang sayap 35,8 meter, tinggi ekor 12,5 meter dan memiliki diameter 3,73 meter. Untuk interiornya, BBJ2 memiliki panjang 29,97 meter, dengan tinggi 2,16 meter dan lebar 3,53 meter.

BBJ 2 dibeli pemerintah sebagai upaya efisiensi. Pertimbangannya bila menyewa pesawat Garuda, ongkosnya lebih mahal. “Untuk kepentingan efisien, jangka menengah dan panjang, agar digunakan setiap saat tanpa mengganggu jadwal Garuda, maka diadakan pesawat sendiri,” ujar Presiden SBY awal tahun 2012.

Selama ini, Presiden SBY menyewa pesawat jenis 787-800 NG untuk penerbangan domestik dan Airbus jenis A330 untuk penerbangan jarak jauh atau internasional.

Di 68 tahun kemerdekaannya nanti, Indonesia akhirnya mampu membeli Pesawat Kepresidenan super canggih Air Force One Indonesia..







Kamis, 06 Juni 2013

11 KENDARAAN MILITER PALING UNIK DI DUNIA

Biasanya kita cuma sering melihat tank, panser dan juga Armored Personnel Carriers. Berikut adalah 11 daftar dari kendaraan-kendaraan militer unik di dunia yang tidak biasanya kita lihat sehari-hari atau bahkan di media massa.

1. Kendaraan Lapis Baja M60A1-Launched Bridge (AVLB)


AVLB M60A1 digunakan untuk digunakan sebagai jembatan yang dapat berpindah dengan menggunakan sistem scissor. Panjang Maksimal jembatannya adalah 18 meter.

 2. Kendaraan Lapis Baja Trojan


Kendaraan lapis baja trojan adalah sebuah mesin pencari yang unik yang dioperasikan oleh Royal Engineers Angkatan Darat Inggris. Selain digunakan sebagai kendaraan basis perlindungan yang efektif, kendaraan ini juga biasa digunakan sebagai kendaraan pembersih ranjau darat. Dilengkapi dengan senapan mesin 7,62 untuk menanggulangi ancaman darat dan udara. Kecepatannya mencapai 59km/j

3. Engin de Franchissement de l'Avant


Digunakan oleh militer angkatan darat Perancis. Selain sebagai basis perlindungan, fungsi utamanya adalah sebagai jembatan atau jug

 4. M3 Amfibi RIG


Sebuah kendaraan amfibi yang unik yang digunakan sebagai jembatan atau proyeksi bagi tank dan kendaraan konvensional lainnya dalam menangani hambatan air. Kecepatan maksimumnya 80km/jam di darat dan 14 km/jam di air.

5. Wolverine M104 Heavy Assault Bridge


Juga digunakan sebagai jembatan pada operasi-operasi militer. Memiliki perangkat komunikasi yang canggih untuk dapat tetap berhubungan dengan pusat komando bahkan dari jarak yang sangat jauh.

6. Landing Craft Air Cushion (LCAC)


6. Landing Craft Air Cushion (LCAC)6. Landing Craft Air Cushion (LCAC)LCAC digunakan sebagai kapal pendarat oleh Angkatan Laut AS untuk mengangkut senjata, peralatan dan elemen serangan lainnya. Kendaraan unik juga digunakan oleh angkatan laut Jepang. 



Panjangnya 87 kaki 11 inci atau sekitar 26,4 meter dengan kecepatan maksimal 74 km/jam. Cukup dioperasikan oleh 5 kru dan dilengkapi dengan 2 senapan mesin 12,7mm.


       7. Expeditionary Fighting Vehicle (EFV)


EFV ini tergolong kendaraan militer baru yang masih dalam tahap pengembangan. DIrencanakan akan dipakai sepenuhnya pada 2015. Kendaraan lapis baja ini hanya digunakan oleh Korps Marinir AS.


 8. Rhino Runner


Percayakah anda bahwa Rhino Runner ini adalah sebuah bus?. Rhino Runner merupakan bis lapis baja yang banyak digunakan di perang Irak sebagai transportasi yang aman kontraktor sipil dan juga personil militer. Juga digunakan secara elstensif untuk mengangkut tahanan pengadilan khusus Irak.

9. M270 Multiple Launch Rocket System (M270 MLRS)


M270 Multiple Launch Rocket System (M270 MLRS) sudah pernah digunakan dalam aksi perang Teluk dan perang Irak. Jumlah produksi kendaraan ini sudah mencapai 1300 an dan lebih dari 700.000 roket telah diproduksi. Sebagai sistem senjata, m270 MLRS ini cukup efektif dan praktis digunakan saat perang.

10. PTS Plavayushij Transportyor – Srednyj (PTS-M)


PTS-M adalah sebuah kendaraan transportasi amfibi yang digunakan oleh Uni Sovyet. Diperkenalkan pada tahun 1965. Selain digunakan Uni Sovyet, kendaraan ini juga digunakan oleh Mesir, Uruguay, Irak dan beberapa negara lain.


11. Armored CAT D9


Kendaraan lapis baja CAT D9 adalah sebuah buldozer lapis baja yang dioperasikan oleh militer Israel. Julukannnya adalah "Doobi" yang dalam bahasa Ibrani berarti "Boneka Beruang".

Wikipedia




VITYAZ DT-30P, KENDARAAN SEGALA MEDAN RUSIA


Vityaz ATV DT-30P adalah kendaraan segala medan (all-terrain vehicle-ATV) yang secara luas digunakan oleh tentara Rusia untuk dikerahkan di daerah-daerah menantang dan pulau-pulau guna mengangkut elemen militer, amunisi, peralatan, dan instalasi sistem senjata.

DT-30P sangat efisien untuk dikerahkan dalam misi pencarian dan penyelamatan di kondisi ekstrim seperti jalan rusak, banjir, salju, dan situasi kehancuran yang parah. Kendaraan ini dapat digunakan untuk mengevakuasi penduduk, hewan, berbagai muatan hingga 30 ton, atau mengangkut tim penyelamat, tenaga medis, berbagai peralatan dan makanan ke daerah tujuan.



Rusia sudah memproduksi kendaraan DT sejak tahun 1982 hingga saat ini. Sudah 3 varian yang dikeluarkan yaitu DT-10, DT-25 da DT-30. Khusus DT-30, bobotnya adalah 58 ton dengan panjang 13,75 m, lebar 2,8 meter dan tinggi 2,7 meter. Hingga saat ini tercatat hanya Uni Soviet dan Rusia yang menggunakannya.

Saat ini, Vityaz CTV telah digunakan diseluruh wilayah Rusia, serta di Arktik dan Antartika. Mereka termasuk bagian penting dari layanan transportasi untuk perusahaan terkemuka Rusia seperi Gazprom JSC, Rosneftegazstroi, Rosneftegaz, dll.







Kendaraan yang diawaki oleh dua kru ini juga menjadi kendaraan transportasi utama bagi personel yang bertugas untuk jaringan pipa minyak dan gas di seluruh Rusia, ahli geologi dan ilmuwan yang meneliti daerah terpencil dan terisolasi.

Karena desainnya yang unik, Vityaz ATV mampu beroperasi dalam kondisi yang tidak mugkin dilewati oleh kendaraan segala medan lainnya.






IRAN LENGKAPI TANK ZOLFAQAR DENGAN PELINDUNG BAJA REAKTIF



Angkatan Darat Iran telah melengkapi tank dan kendaraan lapis bajanya dengan pelindung baja reaktif untuk mereduksi kerusakan akibat rudal musuh yang masuk, seorang komandan militer Iran mengatakan pada hari Selasa, 4 Juni 2013. Wakil Panglima Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Kiomars Heidari mengatakan kepada FNA bahwa tank Zolfaqar (Zulfaqor/Zulfiqar/Zulfikar) yang dilengkapi dengan sistem cerdas ini telah dirancang dan diproduksi..

Mengenai fitur baru dari tank Zulfaqor tersebut, Heidari mengatakan, "pelindung baja reaktif adalah salah satu spesifikasi unggul tank Zolfaqar."

Dia menjelaskan bahwa pelindung baja reaktif adalah bagian body tank yang cerdas dan mampu meredakan dampak kerusakan dari rudal musuh yang masuk.

"Sistem ini akan dipasang pada semua kendaraan lapis baja Angkatan Darat," Heidari menambahkan.

Zolfaqar adalah tank tempur utama (MBT) generasi kedua Iran. Prototipe tank Zulfaqor pertama kali diuji coba pada tahun 1993. Enam prototipe semi-industri tank Zolfaqar diproduksi dan diuji coba pada tahun 1997. Tank Iran ini memiliki bentuk kotak yang khas, steel-welded turret (kubah) yang di desain oleh Iran sendiri. Berat tempur Tank Zolfaqar mencapai 36 ton dan dilengkapi dengan mesin diesel 780 hp (horse power), dengan rasio kecepatan 21,7 hp per ton.

Zolfaqar dioperasikan oleh tiga kru. Loader otomatisnya diyakini sama dengan loader Tank T-72 Rusia.

Pada bulan Februari lalu, Panglima Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ahmad Reza Pourdastan mengatakan bahwa tank Zulfaqor memiliki kemampuan yang lebih baik dari tank T-72 Rusia.

"Hari ini, kemampuan Zulfaqor telah melebihi tank T-72 dalam beberapa spesifikasi setelah dioptimalkan pada berbagai aspek," ujar Pourdastan dalam sebuah pertemuan yang mengungkapkan dua versi upgrade dari tank Zulfaqor dan tank Samsam.
Sumber

Rabu, 05 Juni 2013

Jepang Uji Coba Kereta Shinkansen Terbaru

THSR 700T adalah kereta elektrik kecepatan tinggi yang diangkat dari model Shinkansen Jepang untuk Taiwan High Speed Rail (THSR), Kecepatan kereta ini mencapai 335,50 km/jam.


Tokyo - Jepang sukses menguji-coba pertama kali kereta peluru, atau dikenal sebagai Shinkansen, yang kecepatannya mencapai 311 mil per jam pada 4 Juni 2013. Perjalanan dari Tokyo ke Nagoya, yang awalnya menempuh waktu perjalanan 90 menit, kini cukup ditempuh dalam 40 menit menggunakan Shinkansen terbaru itu.

Kereta peluru, yang dikenal dengan nama kereta Maglev, menggunakan teknologi magnet agar bisa mendapatkan kecepatan tercepat kereta ini. Tim yang berada di belakang proyek ini juga berencana membangun jalur kereta peluru dari Tokyo ke Osaka pada tahun 2045 nanti.

Jalur baru ini akan menghubungkan Jepang dari utara ke selatan. Lima gerbong pertama kereta peluru akan siap digunakan secara komersial pada tahun 2027.

Tidak adanya roda pada kereta Maglev dapat mengurangi bahaya kecelakaan dan membuat transportasi menjadi lebih cepat dan tidak berisik. Uji coba resmi dijadwalkan dilakukan September nanti.

Kereta peluru adalah kereta tercepat yang pernah dibuat di Jepang. Kereta peluru pertama kali dibuat pada tahun 1964. Shinkansen di Jepang yang diluncurkan sejak 1996 sebelumnya, diklaim memiliki kecepatan sekitar 270 km per jam.

Sumber

Selasa, 04 Juni 2013

TERIMA HIBAH F-16 MENYALAHI RENCANA STRATEGIS

                                                                  F-16 Blok 52

Pernyataan juru bicara TNI Angkatan Udara, Kolonel Bambang Supriadi, yang memperingatkan pemerintah agar berhati-hati menerima tawaran hibah dari negara lain harus direspons serius. Senada Bambang Supriadi, DPR juga mencurigai ada motif tertentu di balik tawaran hibah alutsista dari negara lain.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin, Selasa, 4 Juni 2013, mengatakan, sejak awal pihaknya sudah mengkritisi keputusan pemerintah yang menerima hibah pesawat tempur F-16 bekas dari Amerika Serikat. Pasalnya, 24 unit F-16 yang dihibahkan itu sebelumnya teronggok di gurun Arizona. Pemerintah pun harus membayar lebih dari US$700 juta untuk membawa dan memperbaikinya.

Sesuai rencana strategis (Renstra) yang disepakati Komisi I, TNI AU seharusnya membeli 6 unit pesawat tempur F-16 Blok 52 keluaran terkini seharga US$600 juta. Namun, entah kenapa pemerintah tiba-tiba berbelok arah dan mengeluarkan dana lebih besar demi menerima pesawat yang sudah afkir. Akibatnya, jumlah pesawat tempur memang bertambah tapi tidak memberikan tambahan daya tangkal yang baik untuk udara Indonesia.

Menurut Hasanuddin, pemerintahan SBY kini mengulang kesalahan rezim Orde Baru pada 1991 yang kala itu menerima puluhan kapal bekas dari Jerman Timur untuk TNI Angkatan Laut. Saat itu pemerintah juga mengeluarkan anggaran besar, bahkan kini menanggung beban pemeliharaan karena kapalnya sudah kurang layak pakai.

"Ke depan pemerintah dan DPR harus duduk bersama untuk membuat definisi yang benar tentang hibah. Supaya hibah itu benar-benar murni tanpa motif politik negara lain yang sifatnya mengikat, apalagi hanya menguntungkan calo," ujarnya.

Mandiri dengan R-Han 122, Rudal Masa depan RI


Memiliki wilayah luas dengan belasan ribu pulau yang terpencar, Indonesia mengembangkan sistem pertahanan yang strategis untuk mengamankannya. Salah satu sarananya adalah roket. Kemandirian di bidang peroketan mulai dibangun dengan merintis pembuatan roket pertahanan R-Han 122. 
Rancang bangun dan rekayasa roket pertahanan merupakan upaya Indonesia membangun kemandirian dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan. Rintisan dimulai lewat prototipe roket pertahanan sistem balistik berdiameter 122 milimeter disebut R-Han 122.
Roket pertahanan ini merupakan derivasi roket eksperimen rancangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), D230 tipe Rx 1210. 
Roket eksperimen (Rx) dikembangkan untuk misi nonmiliter, seperti pemantauan cuaca, pemantauan pelayaran, pertanian, bencana, dan observasi untuk perencanaan tata ruang. Roket dimuati radio, kamera, dan sensor. Adapun roket untuk pertahanan (R-Han) dipasang bahan peledak, demikian paparan Hari Purwanto, Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bidang Hankam. 
Sebagai sarana yang dapat digunakan untuk tujuan militer, penguasaan teknologi peroketan tak mudah. Penyebarannya dipagari dengan beberapa aturan, antara lain, missile technology control regime dan center for information on security trade control.
Saat ini teknologi hankam tersebut hanya dimiliki negara tertentu. Di Asia negara yang tergolong maju dalam teknologi ini antara lain China, India, Korea Selatan, dan Korea Utara. 
Kemampuan rekayasa dan rancang bangun peroketan sampai batas tertentu dimiliki oleh BPPT, Balitbang Kemhan, dan PT LEN Industri. Dengan kemampuan masing-masing lembaga, kata Gunawan Wibisono, Asisten Deputi Menristek Bidang Produktivitas Riset Iptek Strategis, terbentuk Konsorsium Roket Nasional tahun 2007. 
Konsorsium terdiri dari Kementerian Ristek, Kementerian Pertahanan, TNI AL, lembaga riset (BPPT dan Lapan), perguruan tinggi (ITB, ITS, UI, UGM, dan Undip), serta industri strategis PT DI, Krakatau Steel, LEN Industri, Pindad, dan Perum Dahana. Konsorsium inti terdiri atas beberapa plasma yang menangani riset material, mekatronika, dan sistem kontrol atau kendali. 
Kementerian Ristek menyediakan dana insentif untuk pembuatan prototipe roket. PT DI melaksanakan pengembangan struktur dan desain roket. PT Krakatau Steel menyediakan material untuk tabung dan struktur roket. Bahan bakar roket, yakni propelan, disediakan PT Dahana. 

Bagian PT DI adalah membangun sarana peluncur roket dan sistem penembaknya dengan laras sebanyak 16. Kendaraan yang digunakan sebagai anjungan untuk peluncuran adalah jip GAZ buatan Rusia, Nissan Jepang, dan Perkasa buatan Tata, India.
Meski bentuk roket sederhana, tabung bermoncong lancip, pembuatannya tidak sederhana. Di dalamnya termuat berbagai komponen berteknologi mutakhir, seperti material maju, mekatronika, dan propulsi.

Dibandingkan roket generasi lama, R-Han 122 mengalami beberapa pengembangan desain dan material. Pada roket eksperimen menggunakan baja. Pada R-Han digunakan aluminium dan karbon yang dua kali lebih ringan. Bahan itu lebih tahan panas. Untuk menjaga kestabilan dan daya jangkau yang tinggi, material yang digunakan harus tahan terhadap suhu 3.000 derajat celsius, kata Ketua Program Penggabungan Roket Nasional Sutrisno.

Pengembangan lain pada konstruksi roket, pada versi terdahulu, roket menggunakan sirip tetap. Untuk meluncurkan, roket harus ditumpangkan pada peluncur dilengkapi rel. Pada roket generasi baru dipasang sirip lipat yang dilengkapi pegas yang akan menegakkan sirip secara otomatis setelah keluar dari tabung peluncur.

Pada roket terdahulu, tabung propelan diisi langsung dan terikat permanen di tabung roket. Kini tabung propelan dibuat terpisah dan diberi lapisan isolasi termal. Saat ini bahan propelan masih diimpor. Untuk membangun kemandirian, pabrik propelan akan dibangun PT Dahana.

Untuk wahana peluncur, dilakukan modifikasi kendaraan jip berbobot 2,5 ton dan truk berkapasitas 5 ton. Dirancang pula bangun unit peluncur yang memuat 16 roket dan mampu meluncurkan secara otomatis sejumlah roket tersebut dengan hanya menekan satu tombol.

Pada tahap peluncuran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berperan mengoperasikan sistem radar untuk memantau posisi jatuh roket. ITB memasang sistem kamera nirkabel untuk merekam gambar saat roket meluncur sampai di lokasi sasaran.

Dalam penggunaannya, R-Han 122 pada tahap awal akan menjadi senjata dengan sasaran target di darat yang berjarak tembak 15 km. Roket ini akan digunakan TNI AL untuk pengamanan pantai.

Menurut Sonny S Ibrahim, Asisten Direktur Utama PTDI, tahun ini tahap pengembangan teknis selesai. Persiapan industrialisasi saat ini sudah 80 persen.


Sabtu, 01 Juni 2013

INDONESIA-TURKI KERJASAMA PEMBUATAN TANK MEDIUM


                            (Ilustrasi) Tank tempur utama Altay buatan Turki (Foto : shephardmedia.com)

Saat pameran pertahanan International Defence Industry Fair (IDEF) 2013 ke-11 di Istanbul, Turki, lalu, Indonesia dan Turki sepakat untuk bersama-sama mengembangkan dan memproduksi tank medium. Berdasarkan kesepakatan itu, BUMN pembuat senjata Indonesia PT. PINDAD akan bekerjasama dengan FNSS Defence Systems Turki yang merupakan pabrikan kendaraan lapis baja Turki.

Penandatanganan kerja sama pembuatan tank medium itu merupakan langkah maju bagi kedua negara. Dan diharapkan nantinya Indonesia bisa menyerap teknologi tank milik Turki dan akhirnya Indonesia mampu membuat tank sendiri sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat kemandirian produksi alutsista.

"Keduanya melakukan kerjasama untuk membuat tank. Waktu kerjasama diperkirakan tiga sampai lima tahun. Tahun ini diusahakan grand design tank tersebut selesai, tahun depan baru bisa dibuat prototipe-nya," ujar Silmy Karim, Asisten Komite Kebijakan Industri Pertahanan Kementerian Pertahanan.

FNSS selama ini memang sudah menguasai teknologi tracked propulsion system (kendaraan beroda trek seperti pada tank) sementara Indonesia baru menguasai teknologi wheeled propulsion systems (seperti pada Anoa). Sebut saja berbagai kendaraan tempur, lapis baja, angkut personel dan berbagai sistem senjata lainnya sudah dibuat oleh FNSS. Indonesia diharapkan bisa mempelajari teknologi tracked propulsion system serta teknologi lain dengan kerjasama ini.

"Indonesia telah memilih Turki dan FNSS karena pengalaman dan teknologi maju kami di bidang ini sudah diakui secara internasional, ujar seorang pejabat FNSS. Dia juga mengatakan proyek co-produksi akan sampai ke bentuk jadi dalam empat tahun ke depan. "Kami sekarang sedang mengajukan proposal secara resmi untuk bersama-sama merancang, mengembangkan dan memproduksi tank medium," katanya.


                                              Kendaraan tempur ACV-S buatan FNSS Turki

Selain kerjasama pembuatan tank medium, Indonesia juga bekerjasama untuk membuat alat komunikasi dengan Turki. Dalam hal ini Indonesia diwakili oleh PT LEN dan Turki diwakili oleh ASELSAN, perusahaan yang sudah memiliki pengalaman memproduksi peralatan pertahanan dan keamanan.

Pada IDEF 2013 tersebut, Indonesia juga mengikutsertakan delapan industri pertahanan terbaik milik BUMN dan swasta. Tidak hanya dengan Turki, Indonesia juga mengupayakan kerjasama pertahanan dengan negara-negara lain. Termasuk juga dalam hal penjualan industri pertahanan produksi dalam negeri.

Turki saat ini juga berhasil membuat tank tempur utama (MBT) dengan nama Altay. Tank berbobot 65 ton ini dipersenjatai meriam kaliber 120 mm dan senapan mesin 12,67 mm. Tank ini mampu mencapai kecepatan 70 km/jam di jalan mulus. Baru-baru ini dikabarkan, Arab Saudi berminat untuk mengakuisisi tank Altay.

Pada 21 Mei lalu, Turki juga mengumumkan telah meluncurkan kendaraan lapis baja intai baru (sistem tracked) "Kaplan" yang berarti dalam bahasa turki berarti Harimau.

Sumber

KEMENHAN TUNGGU SELESAINYA KRI KLEWANG KEDUA


Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Laut saat ini sedang menunggu selesainya produksi kapal cepat rudal pengganti KRI Klewang yang terbakar pada September lalu. Dikabarkan, PT Lundin Industry Invest yang merupakan produsen pembuat KRI Klewang saat ini sedang membangun KRI Klewang kedua yang merupakan kapal yang berkemampuan anti-radar.

Pada tanggal 28 September 2012, sekitar pukul 15.15, calon kapal baru TNI Angkatan Laut KRI Klewang 625 ludes terbakar. Padahal, seyogyanya, pada hari tersebut, kapal seharga Rp 114 miliar ini akan memulai uji coba perdana laut atau sea trial dari Dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur.

KRI Klewang adalah adalah kapal canggih dengan tiga lunas (trimaran) yang diklaim dibuat dengan teknologi anti-radar atau biasa disebut siluman. KRI Klewang diluncurkan pada 30 Agustus 2012 lalu. Soal karakteristiknya, KRI Klewang ini memiliki panjang 63 meter, kecepatan maksimal 35 knot, bobot 53,1 GT, serta mesin utama 4x marine engines MAN nominal 1.800 PK.

Mengenai terbakarnya KRI Klewang, menurut Kemenhan, kapal tersebut belum diserahkan kepada TNI, jadi masih tanggung jawab PT Lundin. Selain itu Kementerian dan TNI AL masih menunggu hasil investigasi soal penyebab terbakarnya kapal. Ada spekulasi kebakaran dipicu terjadi kesalahan rancang bangun. Meski begitu, ada informasi kalau KRI Klewang terbakar karena hubungan arus pendek.

Meski begitu, Kemenhan berharap semua pihak sabar menunggu kepastian dari hasil investigasi karena kepastian soal penyebab terbakarnya KRI Klewang penting agar kualitas produk dan nama baik PT Lundin juga industri pertahanan Indonesia tetap terjaga.

Untuk saat ini, Kemenhan meminta agar masyarakat tidak langsung memandang sebelah mata produk industri pertahanan dalam negeri, khususnya PT Lundin. Jika hasil investigasi sudah keluar dan kapal buatan Lundin terbukti berkualitas, Kementerian Pertahanan akan mendorong produsen kapal perang anti-radar lokal itu ke ranah internasional. Salah satunya dengan memamerkan kapal itu ke negara-negara tetangga dan sahabat.